Setelah mengetahui mengenai peran lingkungan, keluarga inti dan keluarga besar, masyarakat, budaya dan agama, bahkan televisi, media dan pengaruh eksternal lainnya, Anda mungkin bertanya-tanya apakah ayah dan ibu masih ada pengaruhnya terhadap karakter anak? Jangan merasa ragu. Peran Anda dalam membesarkan dan membimbing perilakunya bisa lebih berpengaruh daripada hal apa pun juga.
Apa yang Anda lakukan jauh lebih penting dari semua faktor lainnya. Memang ada waktu-waktu tertentu ketika Anda melihat anak melakukan suatu hal yang mengecewakan karena bertentangan dengan nilai dan standar yang telah Anda tentukan dan berlawanan dengan apa yang telah Anda ajarkan padanya. Situasi seperti ini dapat membuat Anda merasa tak berdaya dan berpikir bahwa pada akhirnya anak akan membentuk perilakunya sendiri tanpa mempedulikan pandangan dan bimbingan yang Anda berikan.
Salah, sikap anak tersebut sering hanya sementara, reaksi sesaat atau mencoba untuk menemukan perilaku. Maka anda orang tua harus terus konsisten dalam menegor dengan lembut, mengajarkan etika dengan bijak, menjadi sahabat bagi anak dalam menyusun moralnya. Karena itu jalan lelah membimbing anak Anda. Ketabahan, keuletan Anda, akhirnya akan berbuah, menjadikan anak2 Anda memiliki karakter yang istimewa, lebih indah dari anak2 lainnya, dan saat itulah Anda akan merasa bahagia, puas, berarti, mulia, sebagai orang tua.
Sebaliknya jika anda menjadi orang tua pendendam, menghukum dengan kejam, tidak memberikan teladan dalam moral, melakukan pembiaran atas perilaku anak, atau malah Anda yang larut dalam pesta pora, maka anak anda akan memberontak, mewarisi sikap liar anda, dan menjadi berandalan, dan saat mereka dewasa, hanya akan membuat anda menderita dan menyesal, bahwa telah mengabaikan tidak mendidik mereka dengan benar. Karena itu marilah kita bijaksana menjadi orang tua dizaman ini, untuk melahirkan generasi baru yang akan mewarisi negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar